Sabtu, 12 Mei 2012

Pendidikan


Pengalaman Pertama

Blended learning, merupakan pengalaman yang amat baru bagi saya. Kemarin malam, saat saya tahu bahwa pembahasan mata kuliah pendidikan hari ini adalah blended learning, saya langsung mencari informasinya di internet. Saat membaca saya kurang begitu mengerti, tetapi saat teman saya memberitahukan bahwa kami diminta untuk berdiskusi lewat gmail, baru saya mulai mengerti apa itu blended learning. Tetapi kendala saya tidak hanya sampai disitu, saat saya mulai mencoba berdiskusi menggunakan gmail, saya mengalami kendala pada sinyal dari jaringan internet itu sendiri. Selama beberapa jam saya berusaha agar dapat menggunakan diskusi lewat gmail itu tetapi tidak berhasil. Saya kira cara saya yang salah, sampai – sampai saya menelepon teman – teman saya untuk menanyakan langkah – langkah peggunaan. Sempat saya mulai emosi sendiri, hahaha. Akhirnya karena memang tidak bisa, keesokan harinyalah saya lanjutkan usaha saya tersebut. Pagi hari, hari ini tanggal 12 Mei, didalam kelas, saat saya datang, semua mahasiswa sudah sibuk dengan laptopnya. Dimana memang kami dihimbau untuk membawa laptop setiap individu. Saya pun membuka laptop saya, dan berusaha kembali membuka laman gmail tersebut. Ternyata masalahnya ada pada modem saya, saat saya memakai wifi kampus, saya dapat dengan mudah mendapatkan jaringan untuk melakukan diskusi. Akhirnya diskusi saya dengan dua teman saya, dhara dan dina dimulai. Kendala lain kami temui kembali. Pada awal diskusi, wifi mengalami masalah, dan tiba – tiba kehilangan jaringan. Akhirnya kami menunggu cukup lama sampai jaringan kembali. Saat jaringan kembali, kami memulai diskusi tentang blended learning itu sendiri. Walaupun pada awalnya kami agak bingung, apa yang harus kami diskusikan, setelah berjalan, kami pun mulai lancar berdiskusi. Berdiskusi lewat gmail itu merupakan pengalaman pertama bagi kami semua. Jadi kami masih agak bingung saat melakukannya, sehingga masih diselingi dengan diskusi lewat percakapan, baru kami tuangkan dalam gmail tersebut. Selama diskusi berjalan, beberapa kali jaringan pun kehilangan sinyalnya. Jadi hal itu agak menggangu kelancaran diskusi kami. Bahkan pada sekitar jam 10, lampu tiba – tiba padam. Dan beberapa menit kemudian saat lampu padam, jaringan terputus. Sehingga banyak dari kami yang tidak dapat melanjutkan diskusi kami. Setelah kehabisan bahan diskusi, kami pun mengirim hasil diskusi kami keada dosen pengampu kami, untuk dievaluasi.  Itulah pengalaaman pertama saya dalam menggunakan blended learning. Pengalaman yang begitu berkesan walaupun mengalami banyak sekali kendala, bahkan kesalahan yang saya lakukan pada mata kuliah tersebut.


LOVE,
Jenet 

Pendidikan



Blended Learning


Setelah melakukan diskusi pada mata kuliah pendidikan tadi pagi, saya jadi mengerti apa itu blended learning. Dari diskusi yang telah kelompok saya lakukan, saya menarik beberapa kesimpulan. Bahwa blended learning itu sendiri merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan cara tatap muka, online dan offline, yang dikombinasikan secara bersamaan. Kita bertatap muka namun berkomunikasi melalui internet.
Hal tersebut kami dapatkan setelah membaca dari: http://ariniwahyu.wordpress.com/2012/01/06/e-learning-dalam-pembelajaran-yang-efektif/. Pengertian blended learning diatas sudah kami alami sendiri lewat proses perkuliahan tadi pagi. Dimana kami tetap bertatap muka di dalam kelas, tetapi kami berkomunikasi lewat internet, melalui media tegnologi. Kami juga berpendapat bahwa proses pembelajaran ini menarik, tetapi kurang efektif untuk sekarang ini karena tdk semua mahasiswa memiliki laptop, dan terkadang jaringan internet jg tdk begitu baik, sehingga semakin menyulitkan untuk kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran ini bagus sebenarnya, karna membuat kita mahasiswa lebih melek tegnologi , tetapi peralatan yang diperlukan masih tidak memadahi, seperti kepemilikan laptop. Selain itu, meskipun sudah banyak mahasiswa yang memiliki gadget untuk memenuhi kebutuhan e-learning, namun mahasiswa belum dapat mengakses internet dengan mudah. karena sinyal wifinya belum memadai. Dalam blended learning ini juga ditemukan kekurangan serta kelemahannya. kelebihan blended learning itu,
Ø    pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi,
Ø    kemudian pembelajaran lebih efektif dan efisien, dan juga dapat meningkatkan aksesbiltas.
Ø    Dengan adanya blended learning maka peserta belajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajarannya
Kelebihan tersebut kami dapatkan di  http://blog.elearning.unesa.ac.id/tag/kelebihan-penggunaan-e-learning. sedangkan kekurangan dari blended learning itu adalah:

Ø    Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung.
Ø    Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam blended learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online.
Ø    Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi
Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet
  
Informasi mengenai kekurangan itu kami baca dari : http://muhammad-win-afgani.blogspot.com/2009/02/kelebihan-dan-kekurangan-e-learning.html. setelah melihat kekurangan dan kelebihan dari blended learning, dapat dimengerti bahwa, sebenarnya penghalang kesuksesan pembelajaran ini yang paling besar adalah tidak meratanya fasilitas yang dimiliki siswa. Dan menurut kami, agak sulit bila ingin melakukan pemerataan di Indonesia. Karna dilihat dari perekonomian di Indonesia, belum seluruh masyarakat memiliki kemampuan untuk memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk mengikuti blended learning ini. Biasanya blended learning ini hanya dipakai oleh golongan – golongan siswa menengah keatas.

Jumat, 04 Mei 2012

Pelajar Tidak Biasa


Siapakah sebenarnya anak – anak atau pelajar yang tidak biasa itu? Mereka adalah anak – anak yang memiliki hambatan atau gangguan dalam belajar, serta anak – anak tergolong berbakat. Tetapi pada post kali ini kita akan membahas anak yang memiliki hambatan.  Disini istilah yang sering dipakai adalah “children with disabilities” daripada “disabled children”. Karna sebenarnya yang mau ditekankan itu adalah anaknya, bukan ketidakmampuannya . biasanya anak – anak seperti ini kita sebut dengan anak berkebutuhan khusus. Disini kita akan melihat pengelompokkan ketidakmampuan tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Gangguan indra
Gangguan indra mencakup gangguan atau kerusakan pengelihatan dan pendengaran. Gangguan indra ini dibedakan menjadi dua yaitu gangguan pengelihatan dan gangguan pendengaran.
2. Ketidakmampuan Fisik
Gangguan ini antara lain berupa gangguan ortopedik yang berupa keterbatasan gerak atau kurang mampuu mengontrol gerak, gangguan akibat cedera di otak atau cerebral palsy, dan gangguan kejang – kejang seperti epilepsy.
3. Retardasi Mental
Ini merupakan kelompok yang lemah dalam fungsi intelektual. Ditandai dengan rendahnya kecerdasan dan susah beradaptasi dengan kehidupan sehari – hari, sebelum menginjak usia 18 tahun.
4. Gangguan Bicara dan bahasa
Merupakan kelompok yang mengalami masalah dalam berbicara, seperti gangguan artikulasi, gangguan suara, dan gagguan keffasihan bicara. Serta masalah bahasa seperti kesulitan menerima informasi dan mengekspresikan bahasa.
5.   Gangguan belajar
kelompok ini memiliki cirri – cirri sebagai berikut:
a.   Punya kecerdasan normal atau diatas normal
b.   Kesulitan dalam minimal satu mata pelajaran
c.   Tidak memiliki gangguan lain seperti retardasi mental.
6. Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Disebut juga ADHD, merupakan bentuk ketidakmampuan yang berciri – cirri, kurang perhatian, hiperaktif dan impulsive.
7. Gangguan Emosional dan perilaku
Merupakan masalah serius dan terus – menerus yang berkaitan dengan hubungan , agresi, depresi, ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi maupun sekolah, dan juga berhubungan dengan karakteristik social emosional yang tidak tepat.

Demikianlah pengelompokkan ketidakmampuan itu. Untuk lebih mengerti tentang mereka, mari kita simak sebuah kisah yang sangat luarbiasa berikut.

Seorang guru bernama Verna Rollins mengajar seorang anak berkebutuhan khusus bernama Jack. Jack memiliki cacat pada fisik. Sejak lahir Ia menderita cacat kaki, lumpuh karena kerusakan otak. Dia sering mengeluarkan air liur, berbicara datar dank eras, sulit berkonsentrasi, sulit mengontrol gerak, serta berbicara cepat dan gugup jika senang. Jadi banayak orang menganggap ia mengalami keterbelakangan mental. Padahal sebenarnya jack anak yang cerdas.
Hal tersebut mendorong Rollins mencari cara untuk mengajar jack. Ia selalu memastikan apa yang jack butuhkan tersedia. Yaitu dengan memberikan tissue dan mengingatkan jack untuk membersihkan mulutnya. Rollins juga menemukan bahwa jack bias berbicara normal saat tenang, sehingga ia menggunakan cara berdeham pada saat jack mulai berbicara terlalu cepat, sambil mengingatkan agar jack berbicara lebih pelan. Rollins juga menyuruh jack menggunakan computer untuk menyelesaikan tugasnya. Walaupun memakan waktu, tetapi jack senang karena dia merasa ada di dunia nyata.
Ibunya pun menulis surat rasa terimakasih pada Rollins. Ibunya bersyukur karena Rollins sudah dapat membantu jack meninggkatkan kesukaannya pada membaca dan menulis.

Dari cerita diatas kita bisa mengerti, bahwa anak – anak yang memiliki hambatan – hambatan itu, bukanlah seorang anak yang gagal dan tak berguna. Tetapi mereka sama seperti anak – anak lainnya, hanya saja memerlukan kerja ekstra untuk mengajar mereka. Diperlukan pembinaan yang benar dan kesabaran untuk mengembangkan anak – anak luar biasa ini.

Sabtu, 28 April 2012

Hasil Diskusi Pendidikan


Rossie Janette 11-087


Berliana Mega  11-095

Pertanyaan
1.       Coba jelaskan dimana sebenarnya persinggungan teknologi dan pendidikan .
2.       Dari buku Psikologi pendidikan John W. Santrock hal 496-499, coba bandingkan dengan kehidupan sehari hari ( lebih spesifik di Indonesia atau bahkan yang di dapatkan di masa SMA )
3.       Apa itu ubiquitos computing , berikan pandangan menurut kelompok.
Jawaban hasil diskusi
1.       Teknologi sangat erat hubungannya dengan pendidikan. Teknologi disini bukan dipakai oleh orang orang yang ahli tapi oleh orang yang masih dalam proses belajar. Dengan semakin perkembangan era globalisasi ini, teknologi merupakan salah satu factor penunjang pendidikan kea rah yang lebih baik. Namun harus didukung juga dengan kemampuan SDM dalam penggunaan teknologi tersebut.
Nah, kemudian dari proses belajar itulah teknologi dan pendidikan bersinggungan. Berikut ini beberapa persinggungannya :
·         Dalam proses belajar, penyampaian materi menggunakan metode persentase. Alat yang biasa yang di pakai : infocus, proyektor, laptop, dsb.
Dimana pengajar menyampaikan materi menggunakan teknologi dan pengajar menerima informasi dengan audio-visual dari teknologi tersebut.
·         Pada saat pengajar memberikan tugas pada pelajar, yang menuntut pelajar tersebut untuk mencari informasi pengetahuan dengan menggunakan media teknologi seperti internet.
·         Pengumpulan tugas dengan menggunakan e-mail.
·         Pelajar dalam mengerjakan tugas makalah akan menggunakan media teknologi seperti laptop, computer untuk mengetik.
·         Pembelajaran e-learning.
·         Media pembelajaran  teknologi seperti televisi, computer dalam pembelajaran melalui video.
2.       Perbandingan yang ditemukandari buku Psikologi pendidikan John W. Santrock hal 496-499, dengan kenyataan yang kami temukan semasa kami di sekolah dulu. Pada buku beberapa standarisasi pengukuran teknologi pada tingkatan pendidikan.
a.       Pra kanak-kanak – grade 2
·   Anak – anak diharapkan sudah dapat menggunakan alat-alat input.
·   Anak anak harus mampu melakukan Variasi media pembelajaran dan belajar
·   Pemakaian multimedia yang tepat
·   Kerja sama dengan teman menggunakan teknologi.
Pada masa kami sekolah pada pra kanak-kanak – grade 2, kami belum menggunakan bahkan belum mengenal teknoogi dalam proses pembelajaran.
b.      Grade 3 – 5
·   Menggunakan input-output dengan baik dan efektif
·   Mendiskusikan keuntungan dan kerugian dari teknologi
·   Menggunakan teknoogi untuk menyeleksi informasi dan sumber daya online
·   Menggunakan teknologi untuk memcahkan masalah seperti kalkulasi
Pada masa kami grade 3-5, sebagian dari kami telah mengenal dan menggunakan hal-hal diatas dalam proses pembelajaran tetapi masih lebih banyak yang belum menggunakannya dalam proses pembelajaran.
c.       Grade 6 – 8
·   Mengaplikasikan strategi untuk memecahkan masalah hardware dan software
·   Menunujukkan pengetahuan tentang peruubahan teknologi dan efeknya pada lapangan kerja.
·   Menggunakan alat-alat spesifik dari teknologi untuk pembelajaran dan riset.
·   Desain, mengembangkan atau mempublikasikan dan paparkan produk.
·   Mengevaluasikan penggunaan teknologi yang berkaitan dengan problem dunia maya.
Pada masa kami sekolah pada pra grade 6 -8, kami belum menerapkan hal hal di atas, tetapi kebanyakkan dari kami mendapatkan hal-hal tersebut pada grade 10 – 12
d.      Grade 9 – 12
·   Mengidentifikasikan dan menilai potensi dari system dan layanan teknologi untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan
·   Menggunakan sumber daya teknologi untuk mngolah dan mengkomunikasikan informasi personal dan professional.
·   Menggunakan informasi online untuk memenuhi kebutuhan riset publikasi dan komunikasi
·   Memilih dan mengaplikasika untuk riset.
Dalam tingkatan ini, sekolah kami semua telah menerapkannya dalam proses pembelajaran kami.
3.       Menurut kelompok kami, Ubiquite Computing adalah suatu situasi yang berupa dunia pasca PC dimana perangkat teknoogi umum seperti telepon, dan alat-alat elektronik lainnya terkoneksi dengnan internet dan pengguna tidak menyadari perangkat berada di lingkungan yang terkoneksi.
Pandangan menurut kelompok kami, ada negattif dan positif. Positifnya, teknologi sudah tersebar menjadi mempermudah segala hal-hal yang dibutuhkan dalam mencari informasi luar dan dengan di buatnya koneksi internet di seluruh ingkungan, masyrakat umum pun dengan mudah menggunakannya, orang yang kurang mampu pun bisa menggunakannya karena harga yang murah.
Bagian negatifnya menurut kami, privacy seseorang sudah tidak ada karena koneksi tersebut, manusia ebih individualis yang kurang berinteraksi secara langsung dengan sesame dan juga akan banyak terjadi kejahatan kejahatan teknologi.

Tanggapan:

1. Rossie Janette ( kelompok 8)
- Hal-hal yang tidak baik seperti apa yang dapat ditimbulkan olehUbiquitous computing?
- Apa yang menyebabkan ketergantungan dalam Ubiquitous computing ?
Jawab:
- Hal-hal yang tidak baik, contohnya ialah kemudahan untuk mengakses situs yang tidak senonoh, seperti pornografi. Selain itu, dapat menimbulkan kecenderungan anak didik untuk tidak belajar yaitu membuka situs-situs di internet pada saat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung.
- Salah satu yang menyebabkan ketergantungan ialah adanya fasilitas wi-fi di berbagai tempat yang memberi kemudahan untuk mengakses internet sehingga menyebabkan ketergantungan.


2. Ririn Hapsari ( kelompok 6)
- (Ririn bertanya megenai kesenjangan hubungan sosial dengan perkembangan teknologi. Namun kesenjangan kami kami maksud adalah kesenjangan ekonomi yang terjadi antara masyarakat kalangan atas –yang sudah akrab dengan teknologi- dan masyarakat bawah yang mungkin belum tersentuh teknologi sama sekali).
Daftar pustaka :
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua) (h 492-505). Jakarta: Prenada Media

Senin, 09 April 2012

Psikologi Sekolah


Rossie Janette GG (11-087)
KEDUDUKAN PSIKOLOGI SEKOLAH DALAM ILMU PSIKOLOGI
            Psikologi Sekolah adalah bidang yang menerapkan prinsip-prinsip psikologi klinis dan psikologi pendidikan dengan diagnosa pengobatan pada anak-anak dan  remaja, perilaku dan masalah belajar. Pada dasarnya psikologi sekolah memiliki kedudukan yang penting karena psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak tersebut. Psikologi sekolah dapat melakukan penilaian psikologis dan memberikan bimbingan dan konseling baik untuk anak dan keluarga.
PERBEDAAN PSIKOLOGI SEKOLAH DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
            Psikologi pendidikan merupakan gabungan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori yang ada dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan di psikologi pendidikan. Tujuan mempelajari psikologi pendidikan adalah untuk mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah.
            Psikologi sekolah adalah salah satu bidang dari beberapa bidang psikologi pendidikan. Tujuan adanya psikologi sekolah adalah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.
FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
            Pendidikan berfungsi untuk menyampaikan, meneruskan atau mentransmisi kebudayaan, di antaranya nilai-nilai nenek moyang kepada generasi muda. Dalam fungsi ini sekolah itu konservatif dan berusaha mempertahankan status quo demi kestabilan politik, kesatuan dan persatuan bangsa. Di samping itu, sekolah juga mendidik generasi muda agar hidup dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini sekolah merupakan agent of change atau lembaga pengubah. Sekolah mempunyai fungsi transformatif, setidak-tidaknya sekolah harus dapat mengikuti laju perkembangan agar bangsa jangan ketinggalan dalam kemampuan dan pengetahuan dibanding dengan bangsa-bangsa lain. Untuk itu, kurikulum harus senantiasa mengalami pembaruan dan perubahan.
            Dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekolah me-megang peranan penting sebagai agent of change untuk membawa perubahan-perubahan sosial, akan tetapi dalam norma-norma sosial, seperti keluarga, agama, filsafat bangsa, sekolah cenderung untuk mempertahankan yang lama dan dengan demikian mencegah terjadinya perubahan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
                                                                                                   
METODE YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENGAJARAN DISEKOLAH
1.       Metode Belajar Ceramah (Preaching Method)
            Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan atau penuturan secara lisan oleh guru terhadap peserta didik. untuk dapat menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat - alat bantu seperti gambar - gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan.
2.      Metode Kerja Kelompok
            Cara mengajar dimana siswa yang didalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok.
3.      Metode Penemuan (Discovery)
            Proses mental  siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, dan menarik kesimpulan.
4.      Metode Diskusi
            Metode ini merupakan interaksi antar siswa dengan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisa, memecahkan masalah, menggali, atau memperdebatkan topik permasalahan.
5.      Metode Tugas dan Resitasi
            Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dibeikan karena dianggap materi pelajaran terlalu banyak sementara waktu yang dimiliki sedikit. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (PR), tetapi jauh lebih luas.
6.      Metode Latihan
            Metode ini  disebut juga metode training, merupakan suatu cara mengajar yang baik            untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini dapat digunakan juga           untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan , kesempatan dan keterampilan.
7.      Metode Pemecahan Masalah
            Metode ini dikenal sebagai Metode Brainstorming merupakan metode yang   merangsang berpikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat            yang disampaikan oleh siswa. Metode ini dapat dilaksankan pabila siswa telh berada            pada tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula.
8.      Metode Studi Kasus
            Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu ,     kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Metode ini dapat   dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala  siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini.
9.      Metode Insiden
            Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data             dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa.
10.   Metode Praktikum
            Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba            petunjuk.
11.    Metode Proyek
            Metode ini merupakan pemberian tugas kepada semua siswa untuk dikerjakan secara             individual/kelompok. Siswa dituntut untuk mengamati, membaca, meneliti, dan        kemudian siswa dimintakan untuk membuat laporan dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Metode ini bertujuan membentuk analisis siswa
12.   Metode Bermain Peran
            Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan    dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau     lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai    dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.
13.   Metode Seminar
            Merupakan  kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah       tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada     mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar            melahirkan rekomendasi dan resolusi.
14.   Metode Eksperimen
            Metode ini  adalah metode pemebrian kesempatan kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
15.   Metode Karya Wisata
            Ialah Suatu cara  penguasaan bahan pelajaran oleh para siswa dengan jalan   membawa mereka langsung ke objek yang terdapat diluar kelas atau dilingkungan             kehidupan  nyata.
PERMASALAHAN YANG TERJADI DI SEKOLAH DAN SOLUSI PEMECAHAN MASALAH
1.       Tawuran Antar Pelajar
            Tawuran merupakan perilaku anarki berkelompok antar kelompok remaja yang          biasanya berawal dari masalah yang sepele. Pemicu tawuran seringnya karena rasa         emosi remaja yang masih labil hingga sulit untuk dikontrol ketika dihadapkan pada        tantangan. Selain itu, kesetiakawanan juga sering menjadi alasan mengapa pelajar        melakukan tawuran.
2.      Bullying
            Sedikitnya ada 2 masalah utama dibalik terjadinya bullying di sekolah : Penampilan,             dan Status sosial. Pelaku bullying (disebut “Bully”) selalu memilih target / korban dari kalangan teman yang menurut mereka tidak cocok untuk bergaul bersamanya. Hal ini bisa karena penampilan, sifat (misalnya pemalu, pendiam), ras, agama, atau suku. Dan pilihan target akan jatuh pada individu yang menurut mereka inferior atau di bawah strata mereka. Bullying dapat terjadi secara fisik, psikologis, verbal, maupun seksual. Secara fisik contohnya dengan dipukul, dicubit, didorong, dan dijegal. Secara psikologis misalnya dipermalukan di depan umum, dipanggil dengan nama cemoohan, dihasut, dan difitnah. Secara verbal contohnya dicaci maki langsung, diteror (baik melalui telepon, sms, atau email). Secara seksual bisa terjadi dari yang paling ringan dicolek-colek.
Disekolah perselisihan bisa terjadi antara:
            1. Siswa dengan siswa
            2. Guru dengan guru
            3. Orang tua dengan guru
            4. Guru dengan pimpinan (kepala sekolah)
Cara penyelesaian masalah menurut subyek yang berselisih, dengan :
   Siswa
-         Bicara langsung ke orang yang mengganggu, minta bantuan teman jika diperlukan.
-         Katakan kepada teman yang mengganggu “Stop! saya tidak suka kamu berbuat seperti itu!”
-         Acuhkan (pergi dari orang yang mengganggu serta lakukan kegiatan untk menghindar)
-         Cari bantuan dari orang yang mau mendengar dan membantu (guru kelas , guru BP atau orang tua)
   Orang tua siswa
-         Buatlah janji dengan pihak yang berkepentingan, tuliskan apa yang menjadi masalah, bicarakan masalah dengan guru serta harapan apa yang di inginkan.
   Guru
-         Identifikasikan masalah anda
-         Bicarakan dengan rekan sekerja mengenai masalah anda
-         Mintalah rekan kerja anda untuk bersikap obyektif
-         Adakan pendekatan dengan orang yang mempunyai masalah dengan anda lalu gunakan pernyataan “saya” untuk menggambarkan bagaimana perasaan anda untuk kemudian memudahkan anda dan rekan kerja bekerja dengan penuh harmonis dan kerja sama di masa mendatang.
FUNGSI DAN PERAN PSIKOLOG SEKOLAH DAN PERLUNYA PSIKOLOG SEKOLAH
Peran Psikolog Pendidikan :
 
            Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal : 

-         Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
-         Mengembangkan dan mendukung program pengelolaan terapi dan perilaku.
-         Merancang dan mengembangkan kursus untuk orang tua, guru dan lain-lain yang terlibat dengan pendidikan anak-anak dan remaja pada topik-topik seperti bullying
-         Merancang dan mengembangkan proyek-proyek yang melibatkan anak-anak dan kaum muda
-         Menulis laporan untuk membuat rekomendasi formal tentang tindakan yang akan diambil, termasuk pernyataan formal
-         Menasihati, negosiasi, membujuk dan mendukung guru, orang tua dan profesional pendidikan lainnya
-          Menghadiri konferensi kasus yang melibatkan tim multidisipliner tentang cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan sosial, emosional, perilaku dan pembelajaran anak-anak dan kaum muda dalam perawatan mereka.
-         Melakukan penelitian aktif.
-         Merumuskan intervensi yang berfokus pada penerapan pengetahuan, keterampilan dan keahlian untuk mendukung inisiatif lokal dan nasional.
-         Mengembangkan tes pendidikan
-         Evaluasi program pendidikan. Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
-         Konsultasikan sekolah untuk melaksanakan pengajaran dan pengujian perubahan
-         Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
Peran Psikolog Sekolah : 
1.       Mengkomunikasikan hasil evaluasi psikologis untuk orang tua, guru, dan lain-lain sehingga mereka dapat memahami sifat kesulitan siswa dan bagaimana untuk melayani kebutuhan siswa. 
2.      Melakukan penelitian tentang instruksi yang efektif, manajemen perilaku, program-program sekolah alternatif, dan intervensi kesehatan mental. 
3.      Menilai dan mengevaluasi berbagai masalah yang berkaitan sekolah dan aset anak dan remaja di sekolah yang ditugaskan.  
4.      Intervensi langsung dengan siswa dan keluarga melalui konseling individu, kelompok pendukung, dan pelatihan keterampilan.Terlibat dalam pencegahan krisis dan layanan intervensi.
5.      Dapat melayani satu atau beberapa sekolah di daerah sekolah atau bekerja untuk sebuah pusat kesehatan mental masyarakat dan / atau dalam lingkungan universitas.
Peran psikolog sekolah dengan siswa untuk: 
-         Memberikan konseling, pengajaran, dan pendampingan bagi mereka berjuang dengan masalah sosial, emosi, dan perilaku 
-         Meningkatkan prestasi dengan menilai hambatan belajar dan menentukan strategi instruksional terbaik untuk meningkatkan pembelajaran
-         Mempromosikan kesehatan dan ketahanan dengan memperkuat komunikasi dan keterampilan sosial, pemecahan masalah, manajemen kemarahan, self-regulasi, penentuan nasib sendiri, dan optimisme
-         Meningkatkan pemahaman dan penerimaan beragam budaya dan latar belakang
HAL – HAL YANG DIBERIKAN DALAM KAITANNYA DALAM LAYANAN PSIKOLOG SEKOLAH
PROGRAM INTEGRATIF
            Program ini ditujukan untuk sekolah berupa paket lengkap Layanan Konsultansi Psikolog Sekolah berupa program asesmen, konseling, seminar dan pelatihan lengkap untuk siswa, guru dan orangtua selama 2 tahun berturut-turut. Program ini  dapat disesuaikan dengan jenjang sekolah (TK-SD-SMP-SMA) dan jumlah siswa yang ada di tiap sekolah. Pembayaran untuk program ini dapat dilakukan dalam dua termin (setahun sekali). Program Integratif ini terdiri dari Tiga Paket.
[Paket Jenius]
    Terdiri atas layanan:                                                   
·         Psikotes siswa Semi Individual/ Klasikal (2x/2thn)
·         Psikotes siswa Individual (2x/2thn), 
·         Konseling Siswa (8/2thn),
·         Pelatihan Guru (2x/2thn),
·         Konseling Guru (4x/2thn),
·         Seminar Parenting Skills Untuk orangtua (2x/2thn)
·         Pengarsipan Psychological Record siswa dan Guru (1 berkas/org)
 [Paket Superior]
·         Psikotes Semi Individual  (2x/2thn)
·         Psikotes Individual Pemetaan (2x/2thn)
·         Konseling siswa (8x/2thn)
·         Outbound Training untuk siswa (2x/2thn)
·         Psikotes Klasikal Guru (1x/2thn)
·         Konseling Guru (4x/2thn)
·         Team Building dan Pelatihan Guru (1x/2thn)
·         Parenting Skills Untuk orangtua (2x/2thn)
·         Pengarsipan Psychological Record siswa dan Guru (1 berkas/org)
[Paket Gifted]
Paket Bebas Pilih layanan Psikologi selama dua tahun dengan minimal 3 program layanan/ 2 tahun, dengan harga paket yang lebih menguntungkan.
PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOG SEKOLAH, PSIKOLOG PENDIDIKAN, DAN GURU BK
Psikolog sekolah adalah psikolog yang mengkhususkan diri pada dunia sekolah. Biasanya psikolog sekolah berperan dalam pengaturan kelas yang berhubungan dengan psikologis siswa juga guru. Psikolog sekolah juga bisa memberikan penilaian intelegensia guru, inovasi guru, dalam mengajar, dan lain sebagainya. Seorang psikolog sekolah harus bisa dekat dengan siswaataupun guru yang secara tidak langsung juga berhubungan dengan orang tua siswa. Karena peran psikolog sekolah juga memantau bagaimana prestasi siswa, kelakuan, dan motivasi siswanya. Tetapi yang perlu diingat psikolog sekolah berbeda dengan guru BK. Guru BK biasanya bertugas pada siswanya saja dan dilindungi oleh undang-undang karena memiliki label guru, sedangkan psikolog sekolah lebih sedikit luas cakupannya dan juga psikolog adalah sebuah profesi yang di wajibkan memiliki profesionalisme lebih baik. Jadi sudah jelas lah psikolog pendidikan dan psikolog sekolah memiliki peran yang berbeda namun mungkin memiliki tujuan yang sama yaitu agar dunia pendidikan semakin baik. 
Psikolog (termasuk psikolog pendidikan) adalah seorang sarjana psikologi yang telah menjalani pendidikan profesi dan berhak membuka praktek, termasuk praktek konseling, namun tidak berkompeten mengeluarkan resep obat. Psikologi mempelajari perilaku manusia secara umum dan terbagi atas enam bidang, yaitu Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis dan Psikologi Eksperimen.
Konselor (guru BK) adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan (BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi bagi para konselor tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi. Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tetapi juga merambah pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan bimbingan konseling kepada peserta didik di satuan pendidikan (sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai sertifikat terlebih dulu.
Sumber :